7 Hal yang Akan Kamu Pahami Ketika Memutuskan Kuliah di Perantauan

7 Hal yang Akan Kamu Pahami Ketika Memutuskan Kuliah di Perantauan

Menjadi anak kuliah di perantauan dapat jadi mengasyikkan atau menyeramkan. Menyenangkan sebab akhirnya kamu bisa bebas dari aturan orangtua dan bertemu teman-teman dari sudut Indonesia yang berbeda. Kamu dapat mencoba ini-itu, bahkan menjadi diri yang baru. Tapi di sisi lain, merantau juga dapat jadi menyeramkan sebab semua hal hidup mesti diurus dan dipikirkan seorang diri. Bukan tak barangkali pula anda kesepian, dan tak ada family yang mengurus saat anda sakit atau membutuhkan.

Menurut Judibolawin Hidup di luar kota guna kuliah memang empiris yang unik. Kamu baru dapat mengerti jatuh-bangunnya kehidupan ini jika kamu memang pernah merasakannya. Semua ini membuatmu bakal selalu menilik 4-7 tahun periode hidupmu ini. Inilah hal-hal yang dapat kamu pelajari dengan menyimpulkan kuliah di perantauan!

7 Hal yang Akan Kamu Pahami Ketika Memutuskan Kuliah di Perantauan
7 Hal yang Akan Kamu Pahami Ketika Memutuskan Kuliah di Perantauan

1. Jika Selama Ini Akuntan Keuanganmu Adalah Ibu, Merantau Mengajarkanmu Menjadi Akuntan Pribadi Bagi Diri Sendiri

Perbedaan yang barangkali paling dialami oleh anak perantauan ialah pola pemberian duit oleh orangtua. Pada lazimnya dulu semasa SMP dan SMA, anda menerima duit dengan sistem harian. Namun kini sebab tinggal di kota bertolak belakang dan tidak dapat bertemu masing-masing hari, uangmu diserahkan dengan sistem bulanan.

“Waaaa… duitku tidak sedikit banget!” (karena masih di mula bulan, dan masih belum terbiasa diberi duit jajan bulanan)

Tapi yang terlihat tidak sedikit ini ternyata tidak seberapa bila kamu tidak mengerem pengeluaranmu. Tak jarang sebelum akhir bulan, uangmu sudah berakhir karena anda terlalu boros. Di awal-awal memang anda akan kewalahan menata pengeluaran.

Ini sebab tadinya uangmu tidak jarang kali aman di tangan ibu. Ibu ialah akuntan yang menata pemasukan dan pengeluaran masing-masing harinya, anda tinggal terima beres saja. Kamu juga menjadi tidak cukup terbiasa menata uang.

Pada ketika kuliah di perantauan, inginkan tidak mau anda pun mesti belajar mengelola uangmu. Peran ibu sebagai akuntan finansial kini anda ambil alih. Kamu mesti pintar-pintar memanajemen keuangan bila tidak inginkan kelabakan di akhir bulan.

2. Karena Sudah Mengelola Uang Sendiri, Kamu Pun Akhirnya Paham Kenapa Ibumu Dulu Selalu Mengomel Kalau Kamu Boros

Karena semenjak dulu tinggal bareng orangtua, anda tidak pernah tahu detail cashflow keluarga. Kita juga jadi santai saja dengan pengeluaran, sebab apa yang anda butuhkan ada dan tersedia. Apa yang anda inginkan, anda merasa dapat tinggal minta.

Kita tak tahu bahwa ayah dan ibu sekitar ini bekerja keras menata keuangan. Beli dan tersebut selalu dilaksanakan dengan sarat perhitungan. Karena itu, ketika Ibu mengomel karena anda membeli sesuatu yang tidak penting, anda tidak mengerti. “Pelit banget sih, sebenarnya cuma duit 500.000 doang…”

Ketika kuliah di luar kota, barulah anda sadar bahwa mengatur keuangan tersebut memang tidak mudah. Ada tidak sedikit sekali urusan yang mesti diperhitungkan. Mulai dari uang santap harian, bensin, fotokopi pelajaran kuliah, perlengkapan mandi, dan beda sebagainya. Kalau dijumlah, kebutuhanmu tidak sedikit.

Dari sinilah anda belajar memilah mana kebutuhan yang butuh dan tidak. Dengan duit bulanan yang mepet, kamu harus memangkas biaya berfoya-foya untuk sesuatu yang lebih krusial. Misalnya saja tunda kemauan nonton di bioskop sebab uangmu lebih baik dianggarkan untuk fotokopi bahan kuliah menjelang ujian. Sekarang ketika anda boros sedikit, silakan marahi dirimu sendiri…

3. Kamu Pun Belajar Bahwa Tugas Asisten Rumah Tangga Itu Tidak Mudah Sama Sekali. Dibutuhkan Kerja Keras Menjaga Kamarmu Agar Rapi.

Kenikmatan bermukim di rumah ialah tidak perlu terlampau repot memikirkan hal-hal kecil seperti kesucian rumah. Bagi anda yang terbiasa memakai asisten lokasi tinggal tangga, anda akan memberikan sepenuhnya urusan mencuci rumah bahkan hingga kamar ke Mbak/Mas . Untuk yang tidak memakai jasa asisten lokasi tinggal tangga, urusan kesucian rumah seringkali akan ditangani oleh ibu. Kamu yang telah sibuk dengan pekerjaan sekolah diberi kelonggaran guna tidak terlampau dilibatkan mencuci rumah atau bahkan kamar sendiri. Pulang dari sekolah kemudian dilanjutkan les dan pekerjaan ekstrakulikuler pun membuatmu tidak punya waktu guna mengurus urusan tersebut.

Akan namun tinggal di kost-kostan pasti tidak dapat senyaman itu. Karena kamar kost ialah milik pribadi, anda pun memiliki keharusan untuk mengawal kebersihannya. Kalau hendak kamar kost nyaman guna ditempati, anda tidak boleh berdalih capai atau malas bersih-bersih.

4. Kamu Akan Belajar Pentingnya Menjaga Pintu Kamar Tetap Terbuka. Teman-Teman Kost Adalah Pelipur Lara, Biarpun Fasilitas Tempat Tinggalmu Seadanya.

Kost sebagai lokasi tinggal anak kuliah perantauan menjadi lokasi yang mesti diciptakan nyaman guna ditinggali. Mulai dari nyaman kebersihannya, keamananannya, hingga dengan suasananya. Cara sangat ampuh untuk menciptakan kost terasa seperti lokasi tinggal sendiri ialah mengakrabi penghuni di dalamnya. Jangan segan menyuruh ngobrol rekan sebelah kamarmu. Sesekali undang dia guna datang ke kamar dan menyantap cemilan yang anda punya.

Punya rekan asyik di kost-kostan dapat kamu ajak melakukan sekian banyak hal seru. Buat yang cowok dapat diajak main PES, Dota, atau futsal pun bisa. Untuk yang cewek, punya rekan kost yang nyambung bermanfaat banget disuruh curhat atau masak-masak bareng. Berada di kost dan jauh dari keluarga bakal terasa tidak begitu menganiaya lagi bila kamu punya rekan dekat di dalamnya.

5. Merantau Membuat Kamu Jadi Paham Bahwa Semboyan “Pulang ke lokasi tinggal = Perbaikan gizi” Itu Benar Adanya

Karena sibuk dengan hal kampus yang seabrek belum lagi duit bulanan yang mepet, tidak sedikit anak kuliah rantau yang tidak cukup memperhatikan asumsi gizi yang dikonsumsinya. Maka dari tersebut ketika kembali ke lokasi tinggal istilah perbaikan gizi pun tidak jarang terdengar. Di lokasi tinggal akan terdapat ibu yang siap meluangkan makanan lezat, bersih, dan pastinya bergizi. Selain tersebut karena anda yang kuliah jauh jarang santap makanan enak, Ibu juga tak segan memasak tambahan untuk anaknya yang lagi kembali ke rumah.

6. Kamu Pun Tahu Cara Curi-Curi Kesempatan Makan Gratis. Tak Ada Lagi Kata Malu Saat Diundang Atau Dipersilahkan Makan. Apapun yang Ditawarkan, SIKAT BRO!

Teman kuliahmu terdapat yang orang pribumi dari kota tersebut? Jika ya maka paling beruntung seandainya anda lagi menggarap tugas di rumahnya dan ditawari makan. Untuk anak kost ini ialah kesempatan emas yang dapat jadi gak datang lagi, sampai-sampai harus diterima dengan senang hati. Kira-kira kalau Hipwee bikin ilustrasinya, kayak gini:

Anak non-perantauan bersama ibu dari temannya

“Eh temannya Nanik ya? Jangan lupa santap ya tersebut ada nasi sama lauk di meja, ambil saja gih!”

“Wah gak usah Tante, hehe… Sudah kenyang…”

Anak perantauan bersama ibu dari temannya

“Ayo-ayo… sebelum terbit pada santap siang dulu yuk, belum pada santap ‘kan? Itu terdapat di meja santap lauknya…”

“Hehe… Tante tahu aja.” langsung ambil piring

7. Meski Awalnya Kewalahan, Lama-Lama Kamu Jadi Lihai Menyelesaikan Berbagai Pekerjaan Kecil: Dari Setrika Baju Sampai Jahit Kancing

SHARETWEETPIN
Karena telah tidak terdapat yang selalu dapat diharapkan untuk menolong menyelesaikan sekian banyak masalah, menjadi individu yang berdikari dan serba bisa ialah pilihanmu satu-satunya. Dimulai dengan keterampilan mengatur uang, memasak sekian banyak makanan, hingga dengan menggarap pekerjaan simpel yang terkesan simple namun belum tentu dapat kamu lakukan andai tak mesti merantau. Contohnya ialah menyetrika pakaian atau menjahit kancing celana yang lepas. Meskipun terkesan sepele, andai kamu menguasainya pasti dapat bermanfaat di lantas hari!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *